Tentang Kami

Latar Belakang

Sagu merupakan salah satu komoditas pangan lokal strategis yang berasal dari wilayah Papua, Maluku, dan sebagian Sulawesi, serta telah dikonsumsi secara turun-temurun selama ribuan tahun sebagai sumber pangan utama masyarakat di kawasan Indonesia Timur.

Sagu memiliki keunggulan relatif lebih mudah dicerna dan lebih sesuai dengan pola konsumsi masyarakat. Hingga saat ini, sagu tetap menjadi pangan utama di berbagai wilayah Indonesia Timur, meskipun masih diolah secara tradisional.

Sebelum beras berkembang secara luas sejak tahun 1970-an, sagu berperan sebagai penopang utama ketahanan pangan di wilayah tersebut. Namun demikian, seiring dengan perkembangan distribusi, kebijakan pangan nasional, serta dukungan teknologi memasak seperti rice cooker, beras menjadi semakin dominan dalam pola konsumsi masyarakat. Dominasi tersebut bukan semata-mata karena faktor rasa, melainkan karena tingkat kepraktisan yang lebih tinggi.

Permasalahan Pangan Nasional

  1. Tingginya ketergantungan terhadap beras sebagai pangan utama nasional
  2. Tingginya biaya distribusi pangan, khususnya di wilayah Indonesia Timur
  3. Potensi sagu yang melimpah belum didukung oleh teknologi yang praktis dan modern
  4. Nilai tambah ekonomi sagu di tingkat masyarakat masih belum optimal

Solusi - sagu cooker (inovasi 2026)

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, kami mengembangkan inovasi berupa Sagu Cooker, yaitu alat penanak sagu otomatis berbasis listrik dengan sistem one-touch yang praktis, higienis dan efisien. Teknologi ini dirancang untuk memberikan kemudahan menanak sagu setara dengan penggunaan rice cooker.

Dengan teknologi ini, sagu dapat ditanak menjadi Papeda (Papua, Maluku), Kapurung (Sulawesi Selatan), dan Sinonggi (Sulawesi Tenggara), yang dikenal dengan penyebutan berbeda di masing-masing daerah sesuai dengan kearifan budaya lokal.

Tujuan dan Keunggulan

Tujuan
Keunggulan

Sejalan dengan Visi Ketahanan Pangan Nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto.

Visi Besar Nasional

“Jika beras menjadi pangan nasional karena kemudahan, maka sagu dapat menjadi masa depan pangan Indonesia karena teknologi yang praktis.”

Dampak Strategis

01

Dampak Ekonomi

Meningkatkan permintaan sagu lokal
Memperkuat pelaku UMKM berbasis sagu
Mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

02

Dampak Pangan

Mendorong diversifikasi konsumsi nasional
Menciptakan alternatif pangan strategis nasional

03

Dampak Sosial dan Budaya

Melestarikan pangan tradisional berbasis kearifan lokal
Memperkuat identitas budaya masyarakat Indonesia Timur
Meningkatkan kesejahteraan masyarakat

Basis Potensi Nasional

PAPUA

Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan

SULAWESI

Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan (Luwu, Palopo, dan wilayah lain yang belum di sebutkan.

MALUKU

Maluku dan Maluku Utara

Cakupan Dan Target

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, Populasi wilayah Indonesia Timur (Papua, Maluku, dan Sulawesi) diperkirakan mencapai ± 60 juta jiwa

Dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan, termasuk wilayah terpencil dan rentan pangan, ini dirancang untuk menjangkau hingga seluruh rumah tangga di indonesia.