Kisah Kami
Perjalanan PT Sagu Cooker Indonesia
01Berawal dari Sebuah Pertanyaan
Mengapa sagu, yang tumbuh melimpah di tanah Indonesia dan telah menghidupi masyarakat selama berabad-abad, justru semakin jarang hadir di meja makan? Pertanyaan sederhana itu menjadi titik awal perjalanan PT Sagu Cooker Indonesia.
02Menyaksikan Langsung
Penelusuran ke Papua dan Sulawesi memperlihatkan gambaran yang sama di banyak tempat. Menanak sagu memerlukan ketelatenan, tenaga, dan waktu yang tidak sedikit. Prosesnya menuntut pengalaman yang hanya dimiliki generasi tua. Sementara itu, generasi muda tumbuh dengan pilihan pangan yang lebih praktis. Bukan karena mereka menolak warisan sendiri, melainkan karena cara menyiapkannya tidak lagi sejalan dengan irama hidup masa kini.
03Menyederhanakan, Bukan Mengganti
Kami memilih jalan yang berbeda dari sekadar menciptakan produk olahan instan. Yang disederhanakan adalah prosesnya, bukan hidangannya. Bellatrix dirancang agar siapa pun dapat menyajikan papeda, kapurung, maupun sinonggi dengan tekstur yang tepat, tanpa perlu bertahun-tahun berlatih. Rasa dan bentuknya tetap sebagaimana yang dikenal turun-temurun.
04Inovasi Pertama di Dunia
Setelah melewati serangkaian pengujian dan penyempurnaan, lahirlah penanak sagu otomatis pertama di dunia. Produk ini telah memperoleh paten, hak cipta, dan merek terdaftar di Kementerian Hukum Republik Indonesia. Seluruh perancangan dan perekayasaan dilakukan di Indonesia, oleh putra-putri bangsa.
05Yang Kami Tuju
Kami membayangkan masa ketika sagu kembali hadir sebagai pilihan sehari-hari — di rumah, di rumah makan, di sekolah, dan di ruang-ruang publik lainnya. Bukan sebagai nostalgia, melainkan sebagai bagian yang wajar dari kehidupan modern Indonesia.